Gambar salju jalan menuju kampung beoga, ada sejenis banggau yang beterbangan mencari mangsa di permukaan salju GBT. NamolaSenin, 07 April 2008
GBT
Gambar salju jalan menuju kampung beoga, ada sejenis banggau yang beterbangan mencari mangsa di permukaan salju GBT. NamolaHATIKU MENUDUHKU
Apakah Anda kadang-kadang merasa bersalah dan tidak layak karena
sesuatu yang Anda lakukan bertahun-tahun lalu? Anda sudah mengakuinya
dan memohon supaya Allah mengampuni Anda, tetapi ingatan itu masih
saja menghantui Anda.
Saya berempati dengan Anda. Saya juga masih diliputi perasaan
bersalah jika saya teringat kembali bagaimana saya gagal menolong
seorang perempuan tua yang tak mempunyai anak ketika saya masih
belajar menjadi penginjil. Ia adalah pengunjung tetap toko tempat
saya bekerja paruh waktu. Setelah beberapa waktu, saya menjadi
sahabat dan penasihat rohani bagi wanita itu dan suaminya. Saya
bahkan memimpin pemakaman suaminya.
Ketika saya pindah ke kota lain untuk kuliah teologi, saya kehilangan
kontak dengannya. Sebenarnya saya berniat menghubunginya, tetapi saya
terus menundanya. Sampai akhirnya, suatu hari saya membaca berita
kematiannya. Saya diliputi kesedihan dan mengakui dosa saya kepada
Allah.
Lebih dari 30 tahun setelah Paulus bertobat, ia berbicara tentang
saat ketika ia menjadi "seorang penghujat dan seorang penganiaya dan
seorang yang ganas" (1Timotius 1:13). Ia bahkan menyatakan dirinya
sendiri sebagai orang yang paling berdosa (ayat 15). Namun, ia
berkali-kali bersukacita dalam kepastian bahwa ia adalah pendosa yang
diampuni.
Allah, yang lebih besar daripada hati kita dan yang sungguh-sungguh
mengenal kita (1Yohanes 3:20), telah mengampuni kita untuk dosa-dosa
yang sudah kita akui (1:9). Kita dapat memercayai-Nya! --HVL
PENGAKUAN DOSA KEPADA ALLAH
SELALU DIIKUTI OLEH PENGAMPUNAN DARI-NYA
1Timotius 1:12-17
12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu
Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan
mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya
dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena
semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar
iman.
14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan
limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus
Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di
antara mereka akulah yang paling berdosa.
16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku.
sesuatu yang Anda lakukan bertahun-tahun lalu? Anda sudah mengakuinya
dan memohon supaya Allah mengampuni Anda, tetapi ingatan itu masih
saja menghantui Anda.
Saya berempati dengan Anda. Saya juga masih diliputi perasaan
bersalah jika saya teringat kembali bagaimana saya gagal menolong
seorang perempuan tua yang tak mempunyai anak ketika saya masih
belajar menjadi penginjil. Ia adalah pengunjung tetap toko tempat
saya bekerja paruh waktu. Setelah beberapa waktu, saya menjadi
sahabat dan penasihat rohani bagi wanita itu dan suaminya. Saya
bahkan memimpin pemakaman suaminya.
Ketika saya pindah ke kota lain untuk kuliah teologi, saya kehilangan
kontak dengannya. Sebenarnya saya berniat menghubunginya, tetapi saya
terus menundanya. Sampai akhirnya, suatu hari saya membaca berita
kematiannya. Saya diliputi kesedihan dan mengakui dosa saya kepada
Allah.
Lebih dari 30 tahun setelah Paulus bertobat, ia berbicara tentang
saat ketika ia menjadi "seorang penghujat dan seorang penganiaya dan
seorang yang ganas" (1Timotius 1:13). Ia bahkan menyatakan dirinya
sendiri sebagai orang yang paling berdosa (ayat 15). Namun, ia
berkali-kali bersukacita dalam kepastian bahwa ia adalah pendosa yang
diampuni.
Allah, yang lebih besar daripada hati kita dan yang sungguh-sungguh
mengenal kita (1Yohanes 3:20), telah mengampuni kita untuk dosa-dosa
yang sudah kita akui (1:9). Kita dapat memercayai-Nya! --HVL
PENGAKUAN DOSA KEPADA ALLAH
SELALU DIIKUTI OLEH PENGAMPUNAN DARI-NYA
1Timotius 1:12-17
12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu
Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan
mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya
dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena
semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar
iman.
14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan
limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus
Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di
antara mereka akulah yang paling berdosa.
16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku.
Sabtu, 05 April 2008
GEMBALAKANLAHSingapura terkenal sebagai negeri "kecil" yang sibuk. Biasanya,orang-orang di sana berjalan kaki sangat cepat, tidak menengok kanankiri; seolah-olah dikejar sesuatu. Grasah-grusuh. Tak heran kalauada humor, katanya untuk menemukan orang Indonesia di Singapura itumudah; kalau jalannya santai, alon-alon waton kelakon, dia pastiorang Indonesia.Kesibukan memang belum tentu buruk, tetapi hati-hati jangan sampaikesibukan membuat kita tak punya waktu untuk hal-hal yang justrupenting. Pendeta, majelis, aktivis gereja, bisa terjebak kesibukansehingga malah tidak memiliki waktu pribadi bersama Tuhan. Orangtuayang berkarier "demi anak" bisa sangat sibuk sehingga malah takpunya waktu bersama anak. Suami yang sibuk bekerja demimembahagiakan istri, malah tidak punya waktu untuk bersama istrinya.Kesibukan justru mengaburkan tujuan awal dari aktivitas yangdilakukan.Kesibukan bisa menghambat kebahagiaan, bahkan menghambat kitamelakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan. Sebab tanpa disadarikita mengabaikan banyak orang karena sibuk. Saat Yesus berkatahingga tiga kali dalam bacaan kita, "Gembalakanlah domba-dombaku",Dia memberi kita tanggung jawab penggembalaan. Yakni untuk peduli,melindungi, memelihara, menghibur, mengobati yang terluka, mencariyang hilang.Mari lihat kembali laju hidup ini. Lambatkan sedikit lajunya bilaterlalu cepat, supaya kita bisa melihat kepenatan dan kesakitanorang yang dicambuk kehidupan, serta dapat melakukan sesuatu bagimereka. Dengan kepedulian, semoga kita dapat memberi kesejukan, dankekuatan baru
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
TERLAMBAT
Suatu kali, Washington Post mengingatkan tentang insiden tragis yangdialami kapal Titanic. Di ruang kendali, petugas sedang sibukmenjalankan tugasnya. Telepon berdering. Satu menit berlalu. Padamenit kedua, si petugas tak mau diganggu karena terlalu sibuk. Menitketiga pun berlalu sangat cepat. Setelah si petugas selesai dengantugasnya, barulah ia mengangkat telepon yang pesannya berbunyi, "Initempat pengintai pada haluan kapal. Gunung es persis di depan! Putarhaluan!" Dengan cepat si petugas ke ruang kendali, tetapi terlambat!"Kebanggaan segala lautan" itu menabrak gunung es dan menewaskan1.600 jiwa.Andai si petugas menanggapi telepon itu, mungkin film Titanic takperlu dibuat. Tiga kesempatan dilewatkan dan ketika hendakmenanggapi panggilan itu, ia sudah terlambat! Hal yang sama kerapdilakukan banyak anak Tuhan saat mendengar suaraNya. Kebanyakan darikita sebenarnya sudah mendengar jelas apa yang menjadi peringatandan kehendak Tuhan, tetapi kerap kali kita meremehkan semuanya itu.Bila kesempatan itu ternyata merupakan yang terakhir, maka jika kitatidak serius menanggapinya, bisa-bisa kita pun akan "tenggelam".Firman Allah mengingatkan kita agar selalu berjaga-jaga. Jika tidakdemikian, bisa-bisa kita mengabaikan kesempatan yang Tuhan berikan-- kesempatan untuk bertobat, untuk melakukan kehendakNya, untukmelayani-Nya, atau yang lain. Perbedaan nyata antara lima gadisbodoh dan lima gadis bijaksana dalam bacaan kita adalah bahwa yangbijaksana selalu berjaga-jaga (ayat 4), sementara yang bodohterlambat menjaga minyaknya (ayat 3,10).
Jangan terlambat! -PK SAAT KITA MELEWATKAN KESEMPATAN DARI ALLAH BERARTI ADA KEMUNGKINAN BAGI KITA UNTUK TERLAMBAT
Disini senang disana senang
Belajar Gitar
Namaku Darin Cutts Keweng, ayahku Aedyson.Keweng, saya baru belajar pegang gitar ketika kami merantau di Bandung, doaku Tuhan ajarilah aku belajar takut akan Engkau,
Terima kasih Tuhan Emen.
Terima kasih Tuhan Emen.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)